Senin, 29 Juni 2015

MEA ( Masyarakat Ekonomi ASEAN)

Tentang MEA atau AEC (ASEAN Economic Community)
 
Kepanjangan dari MEA adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN yaitu suatu perdagangan bebas antara negara-negara di ASEAN, Indonesia adalah salah satu negara dari 9 telah menyepakati perjanjian MEA.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah realisasi tujuan akhir dari integrasi ekonomi yang dianut dalam Visi 2020, yang didasarkan pada konvergensi kepentingan negara-negara anggota ASEAN untuk memperdalam dan memperluas integrasi ekonomi melalui inisiatif yang ada dan baru dengan batas waktu yang jelas. dalam mendirikan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), ASEAN harus bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip terbuka, berorientasi ke luar, inklusif, dan berorientasi pasar ekonomi yang konsisten dengan aturan multilateral serta kepatuhan terhadap sistem untuk kepatuhan dan pelaksanaan komitmen ekonomi yang efektif berbasis aturan.
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan membentuk ASEAN sebagai pasar dan basis produksi tunggal pada akhir 2015 nanti agar membuat ASEAN lebih dinamis dan kompetitif dengan mekanisme dan langkah-langkah untuk memperkuat pelaksanaan baru yang ada inisiatif ekonomi; mempercepat integrasi regional di sektor-sektor prioritas; memfasilitasi pergerakan bisnis, tenaga kerja terampil dan bakat; dan memperkuat kelembagaan mekanisme ASEAN. Sebagai langkah awal untuk mewujudkan Masyarakat Ekonomi ASEAN,

Pada saat yang sama, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan mengatasi kesenjangan pembangunan dan mempercepat integrasi terhadap Negara Kamboja, Laos, Myanmar dan VietNam melalui Initiative for ASEAN Integration dan inisiatif regional lainnya.
Bentuk Kerjasamanya adalah :
  1. Pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas;
  2. Pengakuan kualifikasi profesional;
  3. Konsultasi lebih dekat pada kebijakan makro ekonomi dan keuangan;
  4. Langkah-langkah pembiayaan perdagangan;
  5. Meningkatkan infrastruktur
  6. Pengembangan transaksi elektronik melalui e-ASEAN;
  7. Mengintegrasikan industri di seluruh wilayah untuk mempromosikan sumber daerah;
  8. Meningkatkan keterlibatan sektor swasta untuk membangun Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
Pengaruh MEA terhadap teknologi informatika 

Dalam rangka menghadapi MEA ada beberapa yang mempengaruhi teknologi informatika diantaranya SDM yang berkualitas, keamanan di bidang teknologi seperti penggunaan transaksi elektronik, penggunaan taknologi transportasi yang inovatif dan cepat, menciptakan sesuatu yang baru dan sangat dibutuhkan oleh kelangsungan hidup manusia seperti transportasi tesla.


Kemkominfo mendorong agar memperbanyak Lembaga Sertifikasi Profesi, hal ini bertujuan untuk mempercepat proses sertifikasi tenaga kerja khusunya dibidang TIK.

Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan,“Untuk mengejar sertifikasi tenaga kerja berarti perlu didirikan sebanyak-banyaknya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Karena saat ini LSP bidang TIK baru ada dua. Karena itu, kita minta dukungan dari Eko Indarjdi dari BNSP." Hal tersebut seperti yang dikutip dari laman resmi Kemkominfo, Senin (2/2). - See more at: http://www.teknopreneur.com/dinamika/teknopreneur-hadapi-mea-kemkominfo-perbanyak-lsp-tenaga-kerja-di-bidang-tik#sthash.BSo23LaY.dpuf

Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan,“Untuk mengejar sertifikasi tenaga kerja berarti perlu didirikan sebanyak-banyaknya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Karena saat ini LSP bidang TIK baru ada dua. Karena itu, kita minta dukungan dari Eko Indarjdi dari BNSP." Hal tersebut seperti yang dikutip dari laman resmi Kemkominfo, Senin (2/2). 

SDM yang berkerja di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi harus siap dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, karena jika SDM nasional tak siap dalam menghadapi MEA maka SDM nasional akan mengalami serbuan tenaga kerja asing yang akan mengisi tenaga kerja Indonesia dibidang TIK.

Pihaknya mendorong lebih banyak lembaga dan institusi di Tanah Air untuk memfasilitasi sertifikasi bagi tenaga kerja khususnya yang bergerak di bidang TIK.

Sertifikasi, kata dia, menjadi salah satu prasyarat untuk mendongkrak kualitas dan daya saing SDM TIK Indonesia.

"Oleh karena itu, saya menyambut baik inisiatif sejumlah lembaga pendidikan yang memfasilitasi sertifikasi TI bagi para mahasiswanya," ujar
Tifatul Sembiring.

Menkominfo sendiri rencananya akan memberikan rangkaian kuliah umum di kampus-kampus yang bekerja sama dengan kementeriannya sebagai salah satu upaya untuk membekali calon-calon SDM TIK yang akan terjun di era perdagangan bebas ASEAN.

Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan,“Untuk mengejar sertifikasi tenaga kerja berarti perlu didirikan sebanyak-banyaknya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Karena saat ini LSP bidang TIK baru ada dua. Karena itu, kita minta dukungan dari Eko Indarjdi dari BNSP." Hal tersebut seperti yang dikutip dari laman resmi Kemkominfo, Senin (2/2). - See more at: http://www.teknopreneur.com/dinamika/teknopreneur-hadapi-mea-kemkominfo-perbanyak-lsp-tenaga-kerja-di-bidang-tik#sthash.BSo23LaY.dpuf

0 komentar:

Posting Komentar